Al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil + -+-
Pasukan pendudukan penjajah Israel pada Rabu malam (17/2/2021), menyerang seorang pemuda Palestina di dekat Gerbang al-Amud, salah satu gerbang Kota Tua al-Quds menuju Masjid Al-Aqsha. Di saat yang sama, mereka melayangkan pemanggilan seorang anak dari kota Silwan, selatan Masjid Al-Aqsha, untuk menjalani pemeriksaan.

Sumber-sumber di al-Quds melaporkan bahwa pasukan pendudukan penjajah Israel menyerang seorang pemuda yang identitasnya belum diketahui, dan tentara pendudukan mencoba mencekiknya, ketika dia berada di dekat Gerbang al-Amud, bersamaan dengan saat warga al-Quds merayakan turunnya salju, terutama di Masjid Al-Aqsha.

Penjajah Israel menarget warga al-Quds melalui penangkapan, deportasi, dan pemberlakuan denda, dengan tujuan menjauhkan mereka dari Masjid Al-Aqsha, dan menjadikannya sebagai tempat yang mudah untuk ambisi permukiman Israel.

Dalam konteks terkait, intelijen pendudukan penjajah Israel memanggil seorang bocah Palestina Adnan Siyam berusia 14 tahun untuk menjalani pemeriksaan dan interogasi di penjara Al-Maskobiyya.

Pemanggilan ini dilakukan setelah pasukan pendudukan penjajah Israel sebelumnya menangkapnya dan memberlakukan penahanan rumah padanya.

Warga Silwan menderita akibat operasi penangkapan yang terus menerus, selain operasi pembongkaran yang menargetkan kota. Sebuah tenda untuk menolak operasi pembongkaran telah didirikan sejak tahun 2009, sebagai respon atas keputusan untuk menghancurkan seluruh kampung Wadi Hilweh untuk kepentingan proyek permukiman Yahudi. Di tenda ini berbagai kegiatan digelar hampir setiap hari dan didatangi rombongan resmi dan rakyat.

Sejak bertahun-tahun otoritas pendudukan penjajah Israel berusaha menghancurkan ratusan unit rumah di kampung Al-Bustan dan mengubahnya menjadi “Taman Raja” Yahudi demi proyek dan rencana yahudisasi. Tetapi rencana tersebut ditunda beberapa kali karena tekanan rakyat dan masyarakat, serta gerakan hukum.

Pasukan pendudukan penjajah Israel melanjutkan penangkapan harian mereka terhadap warga di daerah terpisah di Tepi Barat dan al-Quds. Mereka menyerang rumah-rumah warga, menghancurkan isinya dan meneror penduduknya. (sumber/pip)

Bagikan