Bethlehem / al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil + -+-
Senin malam (22/2/2021), bentrokan meletus antara warga dengan pasukan pendudukan penjajah Israel setelah mereka menyerbu kota Tuqu’, tenggara Bethlehem, wilayah selatan Tepi Barat.Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan penjajah Israel menembakkan peluru tajam ke arah para pemuda setelah bentrokan terjadi di dekat reruntuhan lama di kota Tuqu’, selatan kota.

Kota Tuqu’ menjadi sasaran serangan dan gangguan terus-menerus dari pasukan penjajah Israel dan para pemukim Yahudi, seperti pada tahun 1979 di mana penjajah Israel membuka jalan permukiman Yahudi di tanah warga. Untuk menghubungkan kompleks-kompleks permukiman Yahudi dan koloni-koloni permukiman liar satu dengan lainnya.

Penjajah Israel mampu menyita puluhan ribu meter persegi tanah pertanian dan ladang penggembalaan, melalui keputusan militer yang disebut “Administrasi Sipil dan Tentara Pendudukan”.

Tuqu’ dikelilingi oleh lima kompleks permukiman Yahudi, tiga di antaranya di ujung timur laut kota, dan dua permukiman di ujung selatan kota.

Sementara itu, di saat yang sama, bentrokan meletus antara pasukan pendudukan penjajah Israel dan puluhan pemuda setelah pasukan penjajah Israel menyerbu kota Al-Tur dan Al-Issawiya di al-Quds.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan penjajah Israel menyerbu kota Al-Tur, sebelum kemudian melancarkan rentetan serangan bom gas ke arah warga dan rumah-rumah mereka, yang menyebabkan banyak warga mengalami sesak nafas.

Penduduk Al-Tur menderita akibat serangan terus menerus dari otoritas penjajah Israel dan para pemukim Yahudi, karena otoritas penjajah Israel telah menyita lebih dari 8.000.000 meter persegi tanah mereka sejak pendudukan Israel pada tahun 1967.

Dalam konteks yang sama, pasukan penjajah Israel menyerbu kota Al-Issawiya yang menyebabkan terjadinya bentrokan. Para pemuda melempaskan bom molotov, batu dan petasan ke arah pasukan penjajah Israel. Sementara pasukan penjajah Israel menembaki warga dengan peluru, granat suara dan gas.

Penjajah terus menarget warga al-Quds melalui penangkapan, deportasi, dan denda, dengan tujuan untuk mengusir mereka dari Masjid Al-Aqsha, dan menjadikan masjid tersebut sebagai tempat yang mudah untuk ambisi permukiman Israel.
(sumber/pip)

Bagikan