Gaza, (Sahabat Palestina Memanggil)- Badan Tinggi Nasional Aksi Kepulangan Palestina dan Bebaskan Blokade Akan terus  berlanjut bersamaan dengan perkembangan metode cara mereka untuk menghadapi semua bentuk upaya likuidasi masalah Palestina serta agresi terhadap rakyat Palestina di mana pun mereka berada, Selasa (17/09/19)

Dia menekankan, Aksi Kepulangan dan Bebaskan Blokade ini akan terus berlanjut bersamaan dengan setrategi perlawanan dan perjuangan yang terus berkembang hingga terciptanya semua tujuan dimana perlawanan ini dibentuk.

Pernyataan Badan Tinggi Nasional yang diluncurkan pada Senin paska pertemuan rutinnya di Jalur Gaza untuk membahas sejumlah masalah nasional dan politik.

Dia menekankan, masalah tahanan di penjara-penjara Zionis, terutama para pelaku aksi mogok makan akan tetap menjadi prioritas utama perjuangan Palestina dengan segala sarana dan cara yang bisa ditempuh untuk mengembalikan mereka kepada keluarga dan orang tua mereka tercinta serta istri dan anak-anaknya.

Dengan ini, Hamas meminta seluruh warga Palestina berpartisipasi dalam aksi besar-besaran yang akan digelar pada Jumat depan dalam acara “solidaritas kamp pengungsian Lebanon” selain untuk mengenang peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila oleh Zionis.

Dia menyebutkan, aksi yang akan dilakukan pada Jumat mendatang di kamp-kamp aksi kepulangan di Jalur Gaza timur adalah sebuah aksi untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina agar dapat hidup bermartabat di Lebanon sampai mereka dapat kembali ke tanah air mereka di Palestina dimana mereka dulu diusir pada tahun 1948.

Tanggal 16 September menandai peringatan 37 tahun pembantaian Sabra dan Shatila yang dilakukan tentara terhadap para pengungsi Palestina di selatan Beirut .

Dia mengisyaratkan, “ancaman penjahat Netanyahu tidak akan menghalangi mereka untuk melanjutkan aksinya di jalan-jalan. Mereka akan tetap pada janjinya kepada para syuhada dan terluka untuk tetap bertahan sampai kemenangan dan kebebasan diraih.”

Saya berjanji, pemilihan umum di dewan Knesset yang akan diadakan besok Selasa, batal dan merusak eksistensi rasis bagi entitas Zionis. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan legitimasi kepada penjahat yang diawasi bersama oleh pemerintah Zionis (Sumber Info Palestina)

Bagikan